artikel populer, Bahasa Indonesia, Hukum

7 Aturan Penting Dalam Pemberian Nama PT

Tidak digunakan perusahaan atau institusi lain
Tidak menggunakan angka atau karakter
Hindari penggunaan kata-kata vulgar atau tidak senonoh
Minimal 3 (tiga) kata
Perusahaan Lokal harus menggunakan Bahasa Indonesia
Hanya alpabet Roman yang diperbolehkan
Direkomendasikan untuk menghindari pengunaan kata yang menjelaskan klasifikasi bisnis

Memilih nama untuk perusahaan yang akan segara didirikan terkadang menjadi beban tersendiri. 

7 aturan penting ini akan memberikan panduan dalam proses pemeberian nama sebuah PT. 


1. Tidak digunakan perusahaan atau institusi lain

Jangan menggunakan nama yang mirip dengan:

  • Perusahaan yang legal 
  • Institusi Pemerintah
  • Institusi Internasional


Sistem akan menverifikasi nama untuk memastikan bahwa nama tersebut tidak digunakan oleh perusahaan atau institusi lain. 


Terdapat 2 (dua) pilihan apabila sistem menolak nama yang dimasukkan:

  • Masukkan nama baru, namun peraturan yang sama akan tetap berlaku
  • Mendapatakan izin resmi dari perusahaan atau institusi yang memiliki nama yang mirip dengan nama yang dipilih


2. Hindari penggunaan kata-kata vulgar atau tidak senonoh.

Kata-kata vulgar atau tidak senonoh sangat tidak diperbolehkan secara hukum dikarenakan adanya kemungkinan timbul konflik dengan aturan atau norma publik.


3. Minimal 3 (tiga) kata

Menurut ketentuan Pasal 6 PP No. 43 tahun 2011, rangkailah minimal 3 (tiga) untuk sebuah nama perusahaan.

Hal penting lain yang patut diketahui ialah penambahan imbuhan “PT” sebelum nama perusahaan, namun imbuhan tersebut tidak akan terhitung sebagai 3 (tiga) kata prasyarat pemberian nama. 


Sistem akan menolak permohonan nama yang kurang dari 3 (tiga) kata. Pada dasarnya tidak ada aturan khusus dalam pemberian nama merk. 

Maka dari itu, bukanlah sebuah keharusan untuk menggunakan nama merk yang sama dengan nama perusahaan.


4. Tidak menggunakan angka atau karakter

Penggunaan angka atau karakter tidak dilarang oleh Undang-undang. 


Tidak diperbolehkan untuk menggunakan kombinasi huruf dan angka dalam bentuk apapun yang tidak membentuk kata yang jelas.


5. Perusahaan Lokal harus menggunakan Bahasa Indonesia

Menurut Pasal 36 UU No.24 tahun 2009, adalah sebuah keharusan untuk menggunakan Bahasa Indonesia untuk menamai bangunan, jalan, apartemen atau perumahan, gedung 

perkantoran, nama perdagangan, klasifikasi bisnis, institusi pendidikan dan organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia. 


Hal ini berarti perusahaan lokal (PT) yang sahamnya dimiliki seluruhnya oleh warga Indonesia, harus menamai perusahaannya dengan Bahasa Indonesia. 


Namun, PT PMA yang sahamnya dimiliki seluruhnya oleh warga asing atau separuhnya dimiliki oleh warga asing dan warga Indonesia, dapat dinamakan dengan bahasa inggris atau bahasa 

lain selain bahasa Indonesia.



6. Hanya alpabet Roman yang diperbolehkan

Penggunaan jenis alpabet lain selain Roman/Latin dilarang menurut UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). 


Tidak diperbolehkan menggunakan jenis huruf lain seperti huruf Yunani atau Cyrillic. Nama sebuah perusahaan harus dapat dibaca dan dimengerti.


7. Direkomendasikan untuk menghindari pengunaan kata yang menjelaskan klasifikasi bisnis

Hindari penggunaan kata-kata yang menunjukan klasifikasi bisnis. 


Disaat yang bersamaan, pastikan bahwa nama yang dipilih tidak akan menimbulkan keraguan atas kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. 


Lain daripada itu, penggunaan nama yang menunjukkan klasifikasi bisnis dari sebuah perusahaan akan membatasi kemungkinan perubahaan kegiatan usaha di masa depan atau membatasi 

perusahaan untuk menambahkan klasifikasi bisnis baru.

Artikel Populer